Pendidikan anak di
usia dini yang sejak mulai lahir perlu ditanamkan nilai-nilai Islam tentang
ajaran Islam, sebab ajaran-ajaran Islam sangat penting dan harus dipelajari.
Karena di dalam Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan
pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah
mendapatkan pendidikan Islam insya Allah ia akan tumbuh menjadi insan yang
mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berbakti kepada orang tuanya. Karena itulah
pentingnya pendidikan pada anak usia dini ditanamkan agar anak ketika besar
dapat mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam. Pengertian pendidikan anak usia dini menurut Hj. Maryam
Halim, dkk, adalah “suatu upaya Pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak
lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. (Halim, dkk, 2005:123).
Sedangkan pendidikan dini usia menurut Departemen Agama yaitu:
Sedangkan pendidikan dini usia menurut Departemen Agama yaitu:
Bahwa di dalam pendidikan usia dini
dalam pendidikan agama sangat penting sekali artinya dimulai dari usia 0
tahun. Anak yang baru dilahirkan dengan memperdengarkan kalimat thaibah
pada telinganya yaitu setelah anak dilahirkan ibunya dan dibersihkan atau
dimandikan oleh bidan, lalu bayi kecil diberikan pada orang tuanya, untuk yang
pertama kali orang tuanya mendengarkan kalimat thaibah (yang baik) yaitu
diazankan pada telinga kanan dan qamat pada telinga kiri, tanpa membedakan
apakah anak laki-laki ataupun perempuan. Hal ini dilakukan dengan maksud
bahwa kalimat yang pertama kali didengar anak dari mulut orang tuanya adalah
Allahu Akbar (kalimat Tauhid). Kalimat tauhid ini diajarkan kepada anak dari
dini dengan maksud akan menuntun anak dikemudian hari kepada yang mulia. Anak
yang baru lahir itu belum tahu apa-apa karena di dilengkapi dengan pendengaran
(telinga) dan kepadanya diperdengarkan kalimat yang baik-baik. (Depag,
2003:34). Sebagaimana firman Allah dalam surat
An-Nahl ayat 78:
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatupun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati,
agar kamu bersyukur”. (Q.S.An-Nahl:78). (Depag RI, Al-Qur’an dan
Terjemahnya, 1979: 413).
Imam Ghazali pernah memberi nasehat kepada seorang guru
agar berlaku sebagai seorang ayah terhadap muridnya. Bahkan beliau berpendapat
bahwa: Hak seorang guru terhadap muridnya adalah lebih besar ketimbang hak
seorang ayah terhadap anaknya. Sebab seorang ayah sebagai perantara eksistensi
anak di dunia fana ini, sedang sang guru sebagai sebabnya yang kekal. Karena
gurulah yang menunjukkan murid kepada jalan yang mendekatkan diri kepada Allah
Ta’ala (Halim, dkk, 2005:3). Memang dengan demikian bahwa pendidikan anak itu merupakan
modal terbesar yang dimiliki bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa kelak.
Berhasil atau tidaknya langkah yang sudah kita rintis ini sangat bergantung
pada generasi penerus kita nanti. Oleh karena itu kita seharusnya sedapat
mungkin mengupayakan agar si penerus ini tumbuh dan berkembang seoptimal
mungkin, sehingga mereka kelak akan mampu mewujudkan apa yang diinginkan bangsa
dengan tepat bahkan lebih dari apa yang kita harapkan, dan karena itulah anak
sejak kecil sudah harus diberikan pendidikan (Iwan, 2001:1).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar