Minggu, 29 Desember 2013

Pendidikan Agama Sejak Dini

Pendidikan anak di usia dini yang sejak mulai lahir perlu ditanamkan nilai-nilai Islam tentang ajaran Islam, sebab ajaran-ajaran Islam sangat penting dan harus dipelajari. Karena di dalam Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan. Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam insya Allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berbakti kepada orang tuanya. Karena itulah pentingnya pendidikan pada anak usia dini ditanamkan agar anak ketika besar dapat mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam. Pengertian pendidikan anak usia dini menurut Hj. Maryam Halim, dkk, adalah “suatu upaya Pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. (Halim, dkk, 2005:123).
Sedangkan pendidikan dini usia menurut Departemen Agama yaitu:
Bahwa di dalam pendidikan usia dini dalam pendidikan agama sangat penting sekali artinya dimulai dari usia 0 tahun. Anak yang baru dilahirkan dengan memperdengarkan kalimat thaibah pada telinganya yaitu setelah anak dilahirkan ibunya dan dibersihkan atau dimandikan oleh bidan, lalu bayi kecil diberikan pada orang tuanya, untuk yang pertama kali orang tuanya mendengarkan kalimat thaibah (yang baik) yaitu diazankan pada telinga kanan dan qamat pada telinga kiri, tanpa membedakan apakah anak laki-laki ataupun  perempuan. Hal ini dilakukan dengan maksud bahwa kalimat yang pertama kali didengar anak dari mulut orang tuanya adalah Allahu Akbar (kalimat Tauhid). Kalimat tauhid ini diajarkan kepada anak dari dini dengan maksud akan menuntun anak dikemudian hari kepada yang mulia. Anak yang baru lahir itu belum tahu apa-apa karena di dilengkapi dengan pendengaran (telinga) dan kepadanya diperdengarkan kalimat yang baik-baik. (Depag, 2003:34). Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 78:
       Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur”. (Q.S.An-Nahl:78). (Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, 1979: 413).
    Imam Ghazali pernah memberi nasehat kepada seorang guru agar berlaku sebagai seorang ayah terhadap muridnya. Bahkan beliau berpendapat bahwa: Hak seorang guru terhadap muridnya adalah lebih besar ketimbang hak seorang ayah terhadap anaknya. Sebab seorang ayah sebagai perantara eksistensi anak di dunia fana ini, sedang sang guru sebagai sebabnya yang kekal. Karena gurulah yang menunjukkan murid kepada jalan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala (Halim, dkk, 2005:3).  Memang dengan demikian bahwa pendidikan anak itu merupakan modal terbesar yang dimiliki bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa kelak. Berhasil atau tidaknya langkah yang sudah kita rintis ini sangat bergantung pada generasi penerus kita nanti. Oleh karena itu kita seharusnya sedapat mungkin mengupayakan agar si penerus ini tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin, sehingga mereka kelak akan mampu mewujudkan apa yang diinginkan bangsa dengan tepat bahkan lebih dari apa yang kita harapkan, dan karena itulah anak sejak kecil sudah harus diberikan pendidikan (Iwan, 2001:1).        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar